Selamat Datang di Pusat Grosir Softlens Termurah, Lengkap, dan Berkualitas
-->

Apa sih yang dimaksud dengan Kadar Air pada Softlens?

Pemilihan jenis softlens yang akan kita pakai sangatlah penting. Selain dari warna dan motif softlens yang membuat kita bisa tampil lebih cantik, kita juga harus memilih softlens dari kualitas dari komposisi bahan dasarnya. Seringkali kita memilih softlens hanya melihat dari bentuk keindahan fisiknya tanpa memperhatikan komposisi dasar dari softlens tersebut. Tentu saja, kesalahan pemilihan softlens ini bisa berakibat fatal untuk kesehatan mata kita yang sangat sensitif ini. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan softlens adalah kadar air, diameter dan ketebalannya. Ini berkaitan dengan kemampuan softlens dalam menyerap air dan kemampuannya dalam menghantarkan oksigen ke mata kita. 

Yuk kita pahami, apa sih yang dimaksud dengan kadar air pada softlens ini?
Sehingga kita dapat menjawab; apakah Softlen yang baik itu yang memiliki kadar air tinggi atau rendah??

Latar belakang mengenai bagaimana bahan pembuat softlens ditemukan sudah kami bahas di artikel sebelumnya. Softlens pada umumnya terbuat dari material Hidrofilik yang lembut atau plastik yang disebut hidrogel. Bahan hidrogel ini menyerap sejumlah besar air dari sekitarnya untuk menjaga lensa agar tetap lunak dan lentur. Ukuran daya resap dari bahan hidrogel tersebut sering dikenal sebagai Kadar Air. Softlens sendiri dibuat selentur mungkin agar nyaman dipakai, untuk itulah digunakan hidrogel sebagai bahan dasar pembuat softlens. Karena sampai saat ini bahan hidrogel merupakan yang paling ideal untuk pembuatan softlens. 


Material Hydrogel

Standar kadar air bahan hidrogel yang baik untuk pembuatan softlens agar nyaman dipakai di mata berkisar antara 38 sampai 75 persen (%) dari berat keseluruhan softlens. Berdasarkan kadar air-nya, umumnya hidrogel tersedia dalam kategori sebagai berikut:
- Kadar air rendah (kurang dari 40% air yang diserap)
- Kadar air menengah (50 – 60% persen air yang diserap)
- Kadar air tinggi (lebih dari 60%)

Dengan demikian kita dapat mengatakan bahwa Kadar Air yang tertera pada Softlens yang kita pakai itu adalah ukuran kemampuan Softlens tersebut dalam menyerap air yang ada di sekitarnya. Sehingga makin tinggi kadar airnya, makin tinggi pula kemampuan penyerapannya. 

Berbagai merek lensa kontak lunak yang ada saat ini memiliki kandungan air dan ketebalan lensa yang berbeda. Umumnya hidrogel yang memiliki kadar air rendah memiliki ketipisan yang lebih tipis dari softlens yang memiliki kadar air tinggi.
Kadar air softlens menyediakan pori-pori oksigen untuk melewati lensa dan memberi asupan oksigen ke kornea mata selama pemakaian. Jika kita pakai, pori-pori softlens akan menyerap air mata kita untuk menjaga kelenturannya. Jumlah air mata yang diserap bergantung dari ukuran dan banyaknya pori-pori softlens tersebut. Ukuran pori-pori ini berkaitan dengan informasi kadar airnya. Semakin tinggi kadar airnya, semakin besar pula pori-pori penyerapannya.


Bahan Hydrophilic sifatnya mirip dengan Spons

Perlu ditekankan sekali lagi, bahwa Softlens dibuat dari bahan polymer hydrophilic, yakni bahan yang dapat menyerap air, bukan bahan aslinya yang mengandung air. Itu berarti bahwa soflen tersebut memiliki pori-pori yang akan menyerap cairan dari tempat di mana dia diletakkan. Yak.. bisa dikatakan bahwa sifatnya mirip seperti spon/busa. Jadi persentase kadar air yang ada di kemasan produk softlens itu menunjukan ukuran persentase softlens tersebut dalam menyerap air yang ada di sekitarnya, BUKAN jumlah air yang terkandung di dalam softlens tersebut.  
Setelah melihat penjelasan di atas, mungkin kita bertanya-tanya. Jika kadar air softlens semakin tinggi, berarti akan membuat mata kita semakin cepat kering. 

Kemudian apakah hal tersebut berbahaya untuk mata kita?
Jawabannya tentu saja hal tersebut berbahaya. Dikatakan bahaya adalah jika kondisi mata kita benar-benar sangat kering, sehingga akan mengundang timbulnya iritasi mata. Nah lho. Kalau berbahaya, terus mengapa tetap beredar softlens berkadar air tinggi?


Patut diketahui juga bahwa sebenarnya softlens yang dipakai tidak benar-benar menempel pada kornea mata, tetapi mengambang pada air mata yang melapisi kornea tersebut. Lapisan air mata ini akan terus terbentuk/terbarui setiap kali mata berkedip. Soflens disebut terpasang secara ideal, jika masih dapat bergeser sejauh ±1 mm setiap kali mata berkedip. Ini bertujuan agar lapisan air mata dapat terus terbarui.  Jika softlens berkadar air berbeda dipakai pada mata yang sama, soflen yang berkadar air lebih rendah akan lebih mudah bergerak/bergeser dari pada yang berkadar air lebih tinggi. Artinya, soflen berkadar air lebih rendah kondisinya akan lebih longgar dari pada yang berkadar air lebih tinggi. 

Softlens dibuat dengan kadar air yang berbeda-beda karena menimbang kondisi mata setiap orang pun berbeda-beda satu sama lain. Ada yang cenderung memiliki air mata berlebih, ada yang normal, dan ada pula yang cenderung kurang. Jika soflen berkadar air rendah dipakai pada mata yang cenderung berlebih air matanya, maka kondisi Softlens akan menjadi terlalu longgar, sehingga gerakannya menjadi berlebihan dan mudah terlepas. Jika Soflens berkadar air tinggi dipakai pada mata yang cenderung kurang air matanya, kondisi soflens akan menjadi terlalu ketat. Kondisi seperti ini dapat mengakibatkan kekurangan oksigen pada kornea mata, atau yang sering disebut Hypoxia. Ini akan mengakibatkan munculnya pembuluh darah pada kornea. Hal sangat tidak boleh terjadi.

Selepas dari itu semua, selama kadar air softlens dalam batasan tertentu yang sudah disebutkan di atas, softlens tetap aman digunakan. Kadar air dalam range tersebut sudah disetuju oleh KEMKES RI. Contohnya seperti Softlens yang dijual di JR-Softlens. Perbedaan kadar air pada range tersebut paling-paling hanya terasa berbeda sedikit saja, itu pun mungkin akan baru dirasa setelah pemakaian dalam jangka waktu lama. Terkecuali, jika kamu memang sudah terbiasa memakai Softlens berkadar air rendah, kemudian tiba-tiba menggunakan Softlens yang berkadar air tinggi, ataupun sebaliknya, maka akan terasa perbedaan yang signifikan. Pasti kamu langsung bisa membedakannya. Meskipun demikian Softlens tersebut tetap aman digunakan.

Fakta yang sering kita temui selain hal di atas, ukuran kadar air sering dikaitkan dengan ukuran ketebalan softlens tersebut, jika dilihat berdasarkan respon pemakai softlens yang ada saat ini. Beberapa pemakai lebih nyaman dengan softlens berukuran tipis (kadar air rendah), di sisi lain pemakai lebih nyaman memakai yang lebih tebal dengan kadar air yang tinggi.

Nah!, kalau kamu pilih yang mana?
Kedua pilihan tersebut boleh saja selama memberikan rasa nyaman di saat memakainya. Saran aku yah coba saja keduanya, mana yang lebih nyaman dipakai. Menurutku, itu cara yang paling efektif supaya kita bisa tahu yang mana yang paling cocok untuk kita gunakan.
Semoga bermanfaat.

Salam
www.grosirsoftlenstermurah.com


+ comments + 5 comments

July 17, 2016 at 12:04 PM

Jadi kalau untuk mata yang cenderung kurang air matanya lebih dianjurkan memilih softlens yang kadar airnya rendah dong kak ?

July 25, 2016 at 12:09 PM

@kania: Iya betul sis. Supaya tidak cepat kering.

August 31, 2016 at 2:33 PM

mending tidak pakai kayak gituan, gak seberapa penting, yang ada yang kena mata sendiri kalo salah dalam perawatan

Program Apotek dan Klinik

September 20, 2016 at 1:31 PM

gimana caranya kita mengecek air mata kita yg rendah ,sedang atau berlebih?

May 19, 2017 at 9:57 PM

Kalo arti kurva dasar dan rentang daya itu apaya?

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Pusat Grosir Softlens Termurah Berkualitas - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger