Selamat Datang di Pusat Grosir Softlens Termurah, Lengkap, dan Berkualitas
-->

Tips Aman Pake Softlens

Ngeri pake Softlens karena banyak resikonya?
Penting nih buat kita-kita!
Ada cara untuk ngatasinnya atau setidaknya meminimlisir bahayanya. Baca pelan-pelan dan baca keseluruhannya yaaa say!!! Supaya Aman

1. Memilih Softlens yang baik

A. Kadar Air Rendah

Pilihlah softlens jangan cuma karena modelnya atau warnanya yang bagus and modis. Sebelum kamu menentukan sebaiknya Pertama kamu lihat kadar airnya. Karena itu yang menentukan baik tidaknya lensa untuk mata kita dan bergantung dari kondisi mata setiap orang. Sebenarnya ini pernah kita bahas di artikel sebelumnya tentang "apa sih yang dimaksud dengan kadar air pada softlens". Tapi aku coba ulas lagi ya supaya lebih paham lagi dan informasinya jadi komplit deh. Supaya mudah dipahami, kita langsung studi kasus aja ya.


Aku punya dua teman yang menggunakan softlens dengan merk yang sama dan kadar air yang sama. Yang satu memilih softlens warna ungu dan yang satu lagi memilih softlens warna grey. Keduanya memiliki kadar air yang sama yaitu 50%. Setelah beberapa lama, yang menggunakan softlens ungu mengaku ia baik-baik saja menggunakan softlens itu. Sedangkan pemakai softlens grey matanya selalu kering dan gatal-gatal bila menggunakan softlens lebih dari 3 jam sehingga ia selalu membawa air softlens dan meneteskannya pada matanya setiap matanya gatal. Kebayangkan ribetnya? Pernah suatu waktu dia lupa membawa air mata buatannya sehingga ia harus menghampiri setiap kelas dan meminta air mata buatan pada yang lain, supaya dia tetap bisa pake softlensnya. Dari sini kita bisa liat, setiap orang memiliki kecocokan yang berbeda terhadap kadar air

Kadar air itu sebenarnyaadalah porsi air yang harus terkandung dalam softlens. 

Contoh: Softlens terbuat dari polyhema dengan kadar air 45%.
               Softlens 100% = Polyhema 65% + air 45%.
Jadi, bahan softlensnya hanya 65% dan sisanya adalah air.

Pertanyaannya adalah air ini datangnya dari mana? 

Bahan polyhema memiliki pori2 yang bersifat mirip spons. Supaya lentur, dia akan menyerap air yang ada disekitarnya. Jadi sebanyak 45% air ini diserap dari sekitar softlens alias mata kita. Semakin besar kadar airnya, sebenarnya pori2nya semakin besar, sehingga akan menyerap air lebih banyak. Dengan kata lain, softlens dengan kadar air lebih besar akan menyerap air lebih banyak dari mata kita. Bagi orang yang matanya cenderung basah, dia akan cocok dengan softlens kadar air tinggi. Tapi bagi yang matanya cenderung kering, softlens kadar air tinggi akan membuat matanya lebih kering sehingga jadi perih dan gatal.

Trus, apakah softlens kadar air rendahg lebih baik?
Belum tentu juga, karena apabila softlens kadar air rendah digunakan orang yang matanya cenderung basah, penyerapan dari softlens tidak akan mengimbangin airmata yg diproduksi. Akibatnya, softlens jadi mudah slip sehingga tidak nyaman dipakai.
So, kamu udah pada ngerti khan, maksud pentingnya memilih softlens dari kadar airnya? Kalu bingung, coba aja kamu baca lagi pelan-pelan.


B. Waktu Pemakaian

Softlens memiliki waktu pemakaian yang berbeda. Ada yang 1 hari, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun. Mana yang lebih bagus?

Kalau dilihat dari hemat tidaknya, jelas yang jangka waktu pemakaian 6 bulan dan 1 tahun lebih murah. Tapi kita tidak tahu kan apa yang akan terjadi dalam jangka waktu tersebut? Bisa saja tanpa sengaja softlens kita robek atau terjatuh di lumpur. Akan jauh lebih besar resikonya juga. Lagipula kita juga harus kontrol ke dokter dalam jangka waktu beberapa bulan. Bisa saja minus kita bertambah atau berkurang.

Jadi sebaiknya pilih yang waktu pemakaiannya sebentar.

Nih aku kasih tahu rahasia waktu pemakaian softlens ya : sebenarnya kalau kita bisa menjaga softlens dengan baik (selalu menjaganya higienis) waktu pemakaiannya bisa 3 bulan atau sampai 6 bulan.

Jadi jangka waktu pemakaian itu cuma siasat supaya kita terus beli softlensnya. Emang sih kalo beli yang baru lebih terjamin. Tapi sebenarnya jangka waktu pemakaian disediakan agar kita bisa lebih berhati-hati saja. Karena terkadang ada orang yang malas membersihkan softlensnya, pake, simpen, pake, simpen terus tanpa dicuci dan diganti airnya. Kalau yang seperti itu memang dianjurkan menggunakan yang masa pakainya lebih singkat.
Jangan lupa lihat tanggal kadaluarsanya juga ya!

2. Cara pakai softlens yang baik

A. Mengambil softlens

Cara mengambil softlens dari lens case ada berbagai cara, bisa menggunakan jari atau pinset untuk softlens. Pinset untuk softlens biasanya berukuran kecil, terbuat dari bahan plastik, dan pada kedua ujungnya tumpul dan ada bantalan karetnya.

Kalau menggunakan jari, sebaiknya cuci tangan dahulu dengan sabun sampai bersih dan bilas juga dengan bersih. Lalu tuangkan sedikit cleaning solution pada tangan dan utamakan jari. Kemudian ambil softlens dengan ujung telunjuk.

Sedangkan kalau menggunakan pinset, cuci dahulu pinset dengan air hangat sebelumnya. Lalu jepit softlens dengan kedua ujung pinset.

B. Meletakkan softlens pada jari

Letakkan softlens pada ujung jari kanan. Buat berbentuk mangkuk. Perhatikan sisi pinggir softlens agar softlens tidak terletak terbalik. Jika pinggirnya softlens menjorok ke luar, maka hal itu berarti softlens terbalik sehingga harus dibalik dahulu agar saat dipasang dapat pas dengan pupil mata dan tidak terasa mengganjal.

C. Memasang softlens

Tarik bagian bawah kelopak mata dengan jari tengah tangan kanan dan tarik bagian atas kelopak mata dengan jari tengah tangan kiri. Buka mata dengan lebar. Beranikan diri. Jangan merasa takut tercolok. Untuk pemula sebaiknya menggunakan cermin. Pasang softlens pada bagian tengah mata. Apabila softlens bergeser dan tidak sesuai di tengah, pejamkan saja mata karena softlens akan otomatis kembali ke tengah.

3. Melepaskan softlens


A. Bersihkan tangan
Pastikan tangan bersih kalau perlu tuangkan kembali sedikit air mata buatan. Perhatikan kuku. Jangan memelihara kuku panjang. Karena dikhawatirkan kuku tersebut dapat merobek softlens dan bahkan dapat merusak kornea mata.

B. Melepas Softlens
Buka mata dengan lebar sama seperti saat memasang softlens. Dorong softlens ke bawah mata dengan telunjuk kanan. Gunakan dua jari yaitu telunjuk kanan dan ibu jari kanan untuk mencapit softlens.

4. Perawatan Softlens

Detail cara merawat softlens sudah pernah dibahas di artikel kita yang sebelumnya (Cara Perawatan Softlens Agar Selalu Nyaman dan Sehat Dipakai). Di sini, aku mau bagikan hal-hal penting yang perlu diperhatikan untuk merawat softlens agar selalu nyaman dipakai.

A. Menjaga kebersihan tempat softlens

Cuci lens case dengan air hangat setiap 3 bulan sekali. Lalu bilas dengan air mata buatan pada sisi dalam lens case.

B. Selalu cuci softlens

Cuci softlens dengan cara meneteskan air mata buatan pada tengah bagian dalam softlens dan basuh dengan ujung jari. Selalu cuci softlens rutin setiap kali akan memakai dan setelah melepas softlens.
Apabila akan memakai softlens seharian, maka cuci softlens setelah 8 jam pemakaian.

C. Selalu ganti air lenscase

Jangan gunakan air biasa tapi gunakan air mata buatan atau softlens solution. Selalu ganti setiap hari agar terjaga kebersihannya.

D. Rendam softlens

Lepas softlens setiap akan mandi atau akan tidur dan rendam dalam lens case. Saat mandi dikhawatirkan kita lupa menggunakan softlens dan menggosok mata kita tanpa sadar. Saat tidur, otot mata relaksasi jadi apabila menggunakan softlens otot mata akan sulit berelaksasi. Ada yang bilang menggunakan softlens saat tidur dapat menyebabkan kebutaan. Hal ini tidak benar namun juga tidak baik untuk dicoba. Aku pernah menggunakannya saat tidur dan hasilnya mataku sangat merah dan belekan.

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Pusat Grosir Softlens Termurah Berkualitas - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger